Pembongkaran Gedung PT. KCN Akibat Kelalaian PT. KBN

Flashback ke Maret 2016, Dinas Penataan Kota Provinsi Jakarta melayangkan surat kepada pihak PT. KCN perihal penertiban/pembongkaran terhadap bangunan dermaga, kantor, dan reklamasi KCN di wilayah C01, Marunda.

Persoalannya, penertiban yang akan dilakukan Pemprov DKI Jakarta itu berkaitan dengan penunggakan setoran retribusi dan perizinan IMB.

Padahal, KCN selaku usaha patungan yang berada dalam kawasan operasional KBN sebagaimana Keppres No.11/1992 tentang penunjukan dan penetapan wilayah usaha KBN, menyetorkan retribusi dan IMB yang dibebankan kepada perseroan dalam hal ini kepada PT. KBN.

Rencana pembongkaran ataupun penertiban yang dilakukan Pemprov DKI itu pada akhirnya mengorbankan komplek bangunan perkantoran KCN.

Hal ini dipicu dari tidak disetorkannya retribusi IMB oleh KBN kepada Pemprov DKI Jakarta.

Atas persoalan yang melibatkan kelalaian KBN itu, perseroan lantas mengirimkan surat kepada Gubernur DKI Jakarta, dengan nomor surat 090/SBA/DRT.1/03/2016, yang diteken langsung Direktur Utama KBN Sattar Taba.

Dalam penjelasan tersebut, KBN mengakui bahwa KCN merupakan perusahaan patungan antara perseroan dan KTU yang telah memenangkan tender pada 2004.

Penjelasan tersebut menyingkap jumlah kepemilikan KTU sebesar 85% dan KBN sebanyak 15%, karena porsi tanggung jawab mitra swasta menyediakan pendanaan pembangunan, serta perseroan yang hanya menyetorkan goodwill berupa bibir pantai.

Dalam surat yang sama, terungkap pula, bahwa pembentukan KCN sesuai persetujuan Gubernur DKI Jakarta dan Kementerian BUMN selaku pemilik KBN.

Dalam poin lainnya, KBN menyertakan keterangan bahwa dermaga KCN merupakan salah satu dari tiga terminal umum yang ada di Jakarta. Dua dermaga terminal umum lain yaitu Tanjung Priok & Pelabuhan Kalibaru.

#PT.KCN #KaryaCitraNusantara #KonsesiPelabuhanMarunda #PT.KBN #KawasanBerikatNusantara #Indonesia #Maritim #BisnisPelabuhan

Related posts