Menpar Sambut Baik Banyuwangi Jadi Destinasi Prioritas

Jakarta – Kabupaten Banyuwangi telah ditentukan masuk dalam delapan destinasi prioritas yang dalam pengembangannya, akan diakselerasi bersama oleh berbagai kementerian dan pemerintah daerah. Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik atas penetapan tersebut karena potensi wisata daerah Banyuwangi dapat tergali secara maksimal.

“Banyuwangi salah satu daerah yang mampu mengangkat potensi wisata daerah. Semua tergali dengan maksimal. Apalagi Banyuwangi diperkaya dengan banyak atraksi,” ujar Arief, dalam keterangan tertulis, Jumat (31/8/2018).

Selain itu, Arief menilai Banyuwangi sudah diperkuat dengan unsur 3A yang memadai. “Untuk amenitas, Banyuwangi memiliki banyak pilihan. Dari hotel berbintang hingga homestay, lengkap. Atraksi pun tersedia dan berkualitas. Seperti Kawah Ijen, Alas Purwo, dan masih banyak lagi. Aksesibilitas pun sudah terbuka lebar. Apalagi Bandara Banyuwangi akan disinggahi direct flight internasional,” paparnya.

Keputusan tersebut adalah hasil dari kegiatan Round Table Policy Dialogue (RTPD) dalam rangkaian Rapat Koordinasi Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia (BI) di Yogyakarta, pada 28-29 Agustus 2018.

Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, serta sejumlah kepala daerah.

Delapan destinasi prioritas tersebut adalah Bali, Danau Toba, Borobudur-Yogyakarta, Solo, Semarang (Joglosemar), Bromo, Labuan Bajo, Jakarta, Mandalika, dan Banyuwangi.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Azwar Anas sangat bersyukur atas apa yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam menjadikan Kabupaten Banyuwangi sebagai destinasi prioritas.

“Banyuwangi bersyukur kini masuk dalam delapan destinasi prioritas dari pemerintah pusat. Kami berterima kasih, karena pemerintah pusat terus mendukung secara konkret berbagai inovasi daerah,” ujar Anas seusai rapat koordinasi tersebut.

“Dengan menjadi daerah destinasi prioritas pemerintah, Banyuwangi akan dikembangkan keroyokan oleh pemerintah pusat dengan segala instrumennya, termasuk pembiayaannya,” tambahnya.

Salah satu langkah awal dari penetapan Banyuwangi sebagai destinasi prioritas adalah dengan diperbaiki dan dibangunnya jalan akses menuju Kawah Ijen dan Taman Nasional Alas Purwo dengan dana Rp 50 miliar dari pemerintah pusat.

Kawah Ijen adalah destinasi dengan fenomena api biru (blue flame) yang mendunia. Adapun di Taman Nasional Alas Purwo terdapat padang rumput Sadengan tempat habitat banteng dan Pantai Plengkung (G-Land) yang mempunyai salah satu ombak terbaik di dunia untuk selancar.

“Menko Maritim Pak Luhut bulan lalu sudah ke Banyuwangi, beliau sudah naik ke Kawah Ijen dan Alas Purwo untuk mengecek perbaikan akses. Nah, dengan menjadi destinasi prioritas, bakal dikebut lagi, termasuk ada promosi besar dari pusat,” ujar Anas.

“Sehingga ini diharapkan semakin memacu jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang tahun lalu sudah 98.000 orang. Kami terima kasih katena dorongan pemerintah pusat ini membuat wisata daerah bergeliat, yang ujung-ujungnya adalah menggerakkan ekonomi lokal,” imbuh Anas.

Apalagi, sambung Anas, Bandara Banyuwangi juga terus diperkuat. Bandara yang kini melayani lima frekuensi penerbangan dari Jakarta per hari dan tiga kali per hari dari Surabaya itu sebentar lagi menjadi bandara internasional. Sebuah maskapai sudah menyiapkan rute penerbangan internasional. Saat ini izinnya sedang diproses di Kementerian Perhubungan.

“Pemerintah pusat melalui BUMN juga hadir dengan meningkatkan kualitas landasan dan berbagai fasilitas bandara secara umum. Dana yang disiapkan BUMN PT Angkasa Pura II sebagai pengelola sekitar Rp 300 miliar. Insyaallah ini terus membesar, apalagi Menteri Perhubungan Pak Budi Karya mendukung penuh geliat perkembangan daerah,” jelas Anas. (mul/mpr)

 

Sumber : travel.detik.com

 

Related posts