Menghadap Laut, Menteri Susi Imbau Kurangi Penggunaan Plastik

Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama organisasi Pandu Laut Nusantara melakukan kegiatan bersih pantai dan laut dengan mengajak masyarakat untuk “Menghadap Laut”.

Gerakan menghadap laut ini merupakan kepedulian terbesar terhadap laut karena melibatkan hingga 20.000 orang secara sukarela untuk membersihkan laut dan pesisir pantai, dan dilakukan di lebih dari 73 lokasi.

Kegiatan ini juga merupakan bentuk penghormatan kepada negara, mengingat Republik Indonesia baru saja merayakan HUT ke-73 tahun kemerdekaannya.

“Menghadap laut ini, bukan hanya di 73 titik saja, tapi juga banyak di titik lainnya. Saya sebagai Pembina daripada Pandu Laut Nusantara mengucapkan apresiasi dan terimakasih sebesarnya kepada partisipan dan semua organisasi yang mencintai dan merawat laut,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam gelaran konferensi pers di Jakarta pada Selasa (21/8/2018).

Susi memandu kegiatan Menghadap Laut dari Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung, Sulawesi Utara. Menggandeng publik figur Ridho Hafiedz alias Ridho Slank, Ony Serojawati, Bustar Maitar, dan Aprika Rani, kegiatan bersih-bersih pantai di Bitung sukses menjaring antusias warga.

Tak hanya di pinggir pantai, kegiatan bersih-bersih juga dilakukan di bawah permukaan laut oleh tim penyelam.

“Kedatangan saya hari ini, saya ingin membaur bersama masyarakat Bitung memulai sebuah kultur budaya baru, bersih itu sehat, bersih itu indah, bersih itu nyaman, bersih itu menyenangkan. Dan laut sebagai masa depan bangsa, harus kita cintai. Yang kedua, harus kita jaga. Yang ketiga, harus kita rawat,” ungkap Menteri Susi di Bitung pada Minggu 19 Agustus 2018.

Susi menilai, kebiasaan masyarakat yang memandang bahwa membuang sampah ke laut, aliran sungai, maupun drainase, biasanya tidak akan kembali lagi ke pantai, itu merupakan kekeliruan.

Menurut dia, pembuangan sampah ke laut, pasti akan kembali lagi ke pantai atau tertinggal di dasar laut.

“Laut tidak pernah suka menyimpan sampah, biasanya akan kembali lagi ke pantai. Selain ke pantai juga ada yang tertinggal di dasar laut dan itu yang membuat kotor laut kita. Banyak ikan mati, banyak racun,” kata dia.

Susi mengimbau kepada seluruh pemerintah daerah di Indonesia, agar membuat Perda (peraturan daerah) terkait penggunaan sampah plastik.

Beberapa wilayah yakni Banjarmasin dan Balikpapan sudah mengeluarkan perda terkait penggunaan kantong plastik.

“Leadership dari kepala daerah sangat penting mudah-mudahan tidak ada lagi got yang bau, aliran sungai yang bau, hitam coklat. Mudah-mudahan bisa bersih nantinya,” ujar dalam konferensi pers di Jakarta.

Dari kegiatan tersebut berhasil dikumpulkan sekitar 1.143,7 kg sampah dengan rincian 45,2 kg sampah karet; 138,58 kg sampah plastik; 144,17 kg tali jaring/tambang; dan 815,75 kg sampah campuran.

 

Sumber: liputan6.com

Related posts