Melihat Budidaya Rumput Laut di Sumbawa Barat

detikTravel Community – Banyak sekali wisata yang bisa dieksplor di Sumbawa. Selain pantai, traveler bisa sekaligus berkunjung ke tempat budidaya rumput laut.

Pertama-tama perkenalkan nama saya Galih biasa di panggil Tompel. Seorang mahasiswa jurusan komunikasi semester 5 yang hobinya bermesraan dengan alam. Kali ini perjalanan saya ditemani teman SMA, teman ngebasis dulu pas masih sekolah. Namanya Sofyan, orang biasa manggil dia Ambon/Uco.

Perjalanan kali ini menuju Sumbawa Barat untuk belajar budidaya rumput laut ditemani Uco via darat dan ngecer dari Jakarta. Mulai dari Jakarta kita naik kereta menuju Surabaya tapi sayang kita ketinggalan kereta di Pasar Senen alhasil kmembeli tiket lagi hari itu juga untuk menuju ke Surabaya.

Sesampainya di Surabaya kami mencari kereta untuk menuju Banyuwangi, tetapi kami kurang informasi dan ternyata keretanya sudah berangkat. Akhirnya kami memutusan untuk naik kereta dari Surabaya menuju Probolinggo. Setelah sampai di Probolinggo kami menuju terminal dengan menaiki angkot. Lanjut kami mencari bus tujuan Banyuwangi akhirnya dapat bus menuju Banyuwangi.

Akhirnya kami sampai di pelabuhan Banyuwangi. Langsung kami mencari mobil untuk nyeberang langsung menuju ke terminal Ubung. Sampai di terminal Ubung kita menunggu pagi untuk menuju ke Padang Bai memakai angkot. Setelah melewati Bali akhirnya kita sampai di Padang Bai.

Langsung beli tiket kapal dari Padang Bai nyeberang ke Lombok. 6 jam di laut untuk mengisi waktu kosong, saya dan Uco ngobrol-ngobrol dengan wisatawan mancanegara dari Jerman. Lama kelamaan perut kekocok parah nih akhirnya saya tinggal tidur Uco dan bule tersebut, eh bangun-bangun sudah di Lombok. Untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Lombok lewat jalur darat ternyata capek juga, tapi seru banyak ceritanya.

Sampai nih kami di Lombok, langsung mencari Damri untuk menuju ke Pelabuhan Pototano tetapi Damrinya berangkat 2 jam lagi. Daripada membuang waktu kami langsung mencari bus umum untuk menuju Pelabuhan Pototano. Dapat, walaupun agak mahal tapi langsung berangkat. Di perjalanan menuju Pototano kami sudah tidak sabar untuk sampai di Sumbawa Barat.

Tepatnya di Kota Taliwang. Kota yang terkenal dengan ayam Taliwangnya. Waktu terus berlalu, sampailah kami di pelabuhan untuk nyeberang. Sekali lagi nyeberang dan kami sampai di Sumbawa Barat. 45 menit waktu yang dihabiskan untuk menyeberang dan akhirnya kami sampai.

Asyik banget, puas banget ternyata saya sampai sini. Jauh banget dari rumah. Sesampainya di Pototano kami dijemput oleh pembudidaya rumput laut tersebut yaitu Mas lutfi dan Mas Rezta. Langsung kami diajak ke rumahnya untuk beristirahat.

Setelah istirahat dan makan kami ngobrol-ngobrol santai sambil rebah-rebahan di rumahnya. Akhirnya kami tidur untuk melanjutkan petulangan besok menuju pantai. Hal pertama yang mau saya datengin ke sini ya pantainya.

Nah, ini nih saya mau ngasih tahu kalo di Sumbawa Barat pantai-pantainya pun masih asri dan bersih-bersih, banyak hidden place juga. Salah satunya Pantai Kertasari ini. Wah gokil sih ini pantai bersih dan salah satu yang dipakai untuk budidaya rumput laut.

Banyak pelajaran yang saya ambil dari perjalanan kali ini. Mulai dari harus pandai mengatur waktu, sabar nahan emosi, dan lain-lain. Intinya jangan pernah takut untuk melakkukan apa yang kita mau. Lakukan saja selama itu baik. Awalnya juga saya mau ke Sumbawa itu dari lulus SMA di tahun 2016 tetapi dikasih jalananya ya tahun ini. Tuhan maha asyik ya ternyata.

Sebenernya masih banyak yang mau saya ceritain di sini, tapi kita sambung lagi nanti di judul berikutnya.

Sumber : Detik.com

Related posts