Kinerja KCN : Luar Biasa, Pelabuhan Marunda Kuasai Bongkar Muat Komoditi Curah

Jakarta – Mengacu pada Rencana Induk Pelabuhan (RIP), konsep Marunda adalah penyangga pelabuhan Tanjung Priok. Alhasil Badan Usaha Pelabuhan (BUP) pelabuhan Marunda menguasai bongkar muat komoditi curah.

Pengelolaan pelabuhan Marunda dilaksanakan oleh 2 (dua) BUP yakni Karya Citra Nusantara (KCN) dan PT Pelabuhan Tegar Indonesia (PTI), serta unit penyelenggara pelabuhan (UPP) yang didasari SK Dirjen Perhubungan Laut.

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Marunda, Juserizal menjelaskan, bahwa bongkar muat curah kering dan cair di seluruh dermaga pelabuhan Marunda grafiknya cenderung meningkat di kurun waktu tiga tahun terakhir.

Untuk tahun 2017, arus kunjungan kapal di pelabuhan Marunda rata-rata 660 unit perbulan. Diperkirakan setahun mencapai 8.000 unit, dengan arus bongkar muat komoditi curah sebanyak 33 juta ton.

“Di kali Blencong, Kawasan Berikat Nusantara (KBN) mulai melakukan kajian dalam rangka pembentukan anak usaha sebagai BUP yang akan menangani kegiatan bongkar muat curah,” papar Juserizal kepada Maritimnews di Jakarta, Selasa (24/10).

Fasilitas dermaga pelabuhan Marunda, terdapat di kali Blencong sepanjang 1.700 meter dan Marunda Center 1.000 meter, kemudian pelabuhan umum KCN sepanjang 8.00 meter.

Adapun komoditi curah, antara lain breakbulk, pulp, offshore, kendaraan dan alat berat, batubara, cruide palm oil (CPO) dan pasir. Khusus dermaga kali Blencong yang dikelola Ditjen Hubla menangani bongkar muat batubara, pasir, dan CPO.

Menurut Juserizal, komoditi bongkar sepanjang tahun 2017 didominasi curah kering (batubara, pasir, kaolin) sebanyak 9,9 juta ton. Sedangkan bongkar curah cair (BBM dan CPO) 1,9 juta ton.

“Upaya penataan di kali Blencong, kami concern kebersihan dermaga yang salah satu solusinya pengadaan stockfile batubara. Selain kebersihan, kendala tanpa stokfile juga terkait waktu produktifitas bongkar muat,” pungkasnya.

Sumber : maritimnews.com

Related posts