Kehadiran Karya Citra Nusantara Dapat Mengakselerasi Kinerja Pelabuhan Marunda

Karya Teknik Group atau KT tak asing bagi pemain sektor maritim nasional. Kiprah grup bisnis tersebut telah diakui banyak pihak. Merintis bisnis maritim bukan perkara gampang. Bisnis sektor ini dikenal sukar ditembus pengusaha pemula. Salah satu proyek strategis yang melibatkan peran Karya Teknik Group yaitu di bidang pelabuhan.

PT Karya Teknik Utama selaku anak usaha Karya Teknik Group di bidang pelabuhan berkongsi dengan PT Kawasan Berikat Nusantara atau PT KBN melahirkan PT Karya Citra Nusantara (PT KCN) selaku pengembang dan pengelola Pelabuhan Marunda sejak 2005.

Masuknya PT Karya Teknik Utama atau KTU sebagai investor pengembangan Pelabuhan Marunda berpaut erat dengan keinginan pemerintah menekan kongesti di pelabuhan utama Tanjung Priok. Menengok Rencana

Pengembangan Pelabuhan yang termaktub dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 38/2012 tentang Rencana Induk Pelabuhan Tanjung Priok, perluasan dan pengembangan Tanjung Priok melingkupi dermaga Tarumanegara, Kali Baru, Marunda, hingga Cilamaya.

Pemerintah mengharapkan kehadiran PT KCN sebagai operator pelabuhan umum yang menerima bongkar muat curah, dapat menekan kongesti dan mengurangi kesemrawutan Tanjung Priok. Sebagai salah satu operator pemegang BUP (Badan Usaha Pelabuhan) pengembangan jangka panjang, PT KCN sebagai penopang Tanjung Priok telah direntangkan dalam beleid tersebut. Karena kehadiran PT KCN ikut mengakselerasi kinerja Pelabuhan Marunda.

Berdasarkan data tahun lalu, total kunjungan dan volume barang yang ditangani Pelabuhan Marunda telah menembus 33 juta ton, dan terdapat tidak kurang 300 call tiap bulan. Kinerja PT KCN baru mengoperasikan Pier I sepanjang 800 meter, dari 1.950 meter, dari tiga Pier yang direncanakan. Dengan dasar hitungan kontribusi yang telah negara terima dari PT KCN pada 2016-2017, total potensi  kontribusi PT KCN apabila seluruh dermaga Pier I,Pier II dan Pier III  beroperasional mencapai Rp200 miliar  per tahun.

Riwayat panjang di sektor maritim membuat PT KTU mudah membangun profesionalitas PT KCN. Dalam tahap pembangunan saja, PT KTU telah menghabiskan dana triliunan untuk pembangunan dermaga PT KCN, karena sebagaimana perjanjian bersama PT KBN, pihak swasta dibebankan seluruh pembiayaan pembangunan.

Widodo Setiadi Direktur PT KCN mengungkapkan keberanian PT KTU  selaku perwakilan KT Group terjun ke dalam bisnis pelabuhan tak semata melihat profit. “Kami melihat bahwa infrastruktur laut masih amat kurang bagi negara Maritim besar seperti Indonesia, sehingga kami juga terpanggil untuk menopang kinerja pemerintah,” ungkapnya.

“Namun kami berani, karena kami yakin dengan kemampuan yang kami punya. Buktinya, klien besar seperti Sinar Mas hingga Indocement, mempercayakan kerjasama sebagai tenan di Pelabuhan PT KCN,” ungkap Widodo.

Memang, untuk merangsek bisnis pelabuhan, PT KTU lebih dulu mengasah kemampuan dalam pembangunan dan pengelolaan pelabuhan dengan level yang lebih kecil. PT KTU tercatat sebagai pengelola beberapa pelabuhan seperti di Sunda Kelapa (Jakarta), Merak (Banten) dan Batam (Riau) yang lebih dulu beroperasi sebelum kehadiran PT KCN.

“Pada 1991 kami telah masuk Marunda yang masuk Bekasi, pada 1996 kami membuat dermaga dan dioperasikan bersama dengan PT KBN di kawasan Sungai Blencong, Marunda,” ungkap Widodo.

Related posts