Begini Keseruan Balapan Perahu Nelayan Tradisional di Maros

Ada hal seru di Maros, Sulawesi Selatan. Maros punya balapan perahu nelayan tradisional yang jadi ajang silaturahmi warga. Yuk, intip keseruanya!

Balapan perahu nelayan yang digelar oleh warga di dermaga Bonto Bahari, Kecamatan Bontoa, Maros, Sulawesi Selatan berlangsung seru. Lebih dari 40 orang peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Maros dan juga Pangkep, beradu ketangkasan memperebutkan juara pertama dalam ajang yang digelar setiap tahunnya ini.

Tak hanya mengandalkan kekuatan mesin, para peserta juga harus piawai mengendalikan laju perahu mereka di lintasan balap yang telah ditentukan oleh panitia. Bak balapan motor dan mobil profesional, para nelayan ini saling menyalip di tikungan untuk berebut posisi pertama. Suasanapun semakin seru, saat ratusan warga bersorak memberikan dukungan.

Dalam lomba ini, panitia membagi dua kategori berdasarkan jenis perahu, yakni jenis Jolloro dan Katinting. Perahu Jolloro yang berkapasitas mesin 24 PK, memiliki lintasan balap yang lebih jauh ketimbang perahu jenis Katinting yang mesinnya hanya berkapasitas 17 PK. Dalam satu kali lomba, peserta wajib mengeliling tiga kali lintasan yang jaraknya mencapai 4 kilometer.

Selain untuk hiburan dan ajang silaturahmi, kegiatan ini juga diharapkan bisa mengangkat potensi wisata yang ada di daerah pesisir Maros. Pasalnya, Maros yang juga memiliki bentangan wilayah pantai yang cukup luas, belum bisa dimanfaatkan menjadi salah satu objek wisata andalan.

“Kegiatan ini memang baru dua kali kami adakan. Luar biasa antusias peserta dan warga. Ini bahkan ada peserta dari pulau di Pangkep yang ikut. Kami berharap ini bisa dikembangkan lagi oleh pemerintah, khususnya untuk objek wisata bahari yang saat ini kita tidak miliki. Padahal potensi kita luar biasa,” kata penanggung jawab lomba, A Syarifuddin P Esa, Sabtu (20/10/2018).

Bagi para peserta, kondisi cuaca, mesin dan juga lintasan balap yang banyak berkelok, menjadi tantangan tersendiri untuk sampai di garis finish. Tak jarang, banyak peserta yang kehilangan kendali dan keluar dari lintasan saat berusaha mendahului peserta lainnya. Bahkan, banyak juga peserta yang terpaksa tidak bisa melanjutkan lomba saat mesin mereka mati mendadak.

“Ombaknya lumayan tinggi, jadi kalau tidak hati-hati, perahu bisa terbalik. Belum lagi tikungannya tajam sekali. Banyak tadi yang tidak bisa menikung karena tajam. Ada juga yang mesinnya mati tiba-tiba. Tapi yah itu tantangannya. Sangat seru,” ujar salah seorang peserta, Anwar.

Selain target menjadi juara, para peserta mengaku tertarik ikut lomba karena ingin memeriahkan kegiatan yang digagas oleh kelompok nelayan ini. Selama ini, mereka mengaku sulit mendapatkan ajang hiburan sekaligus silaturahmi karena kesibukan melaut yang mereka geluti setiap harinya. Mereka berharap, kegiatan ini bisa terus dilakukan setiap tahunnya.

“Jadi bukan hanya juara saja. Kami sangat senang ikut lomba ini karena sebagai hiburan juga dan bisa saling bertemu dengan banyak warga. Kami harap, suasana meriah seperti ini tidak hanya di kota saja, tapi juga bisa dilaksanakan di pesisir seperti ini. Jelas ini jadi penyemangat juga buat kami sebagai nelayan,” pungkasnya. (bnl/bnl)

Related posts