Beda Pembangunan Pelabuhan Marunda Jika Dipegang oleh PT. KCN

Pada 2004 silam, KTU mengikuti tender yang diselenggarakan KBN pada 2004 silam dan memenangkan tender pengembangan wilayah Marunda untuk usaha pelabuhan.
.
Setahun kemudian, KTU dan KBN menandatangani perjanjian kerjasama membentuk usaha patungan (JVC) bernama PT Karya Citra Nusantara atau KCN. Pembentukan KCN pun telah disetujui pemilik saham KBN yaitu Menteri BUMN dan Pemprov DKI Jakarta.
.
Sesuai perjanjian kerjasama pada 2005, KTU berkewajiban menyediakan sumber dana & melakukan pembangunan dari air menjadi 3 dermaga yakni Pier I, II dan III sepanjang 5.350 meter ditambah supporting area 100 hektare.
.
KCN sebagai penopang ­Tanjung Priok telah direntangkan dlm beleid Peraturan Menteri Perhubungan No. 38/2012 tentang Rencana Induk Pelabuhan Tanjung Priok. Pemerintah mengharapkan kehadiran KCN sebagai operator pelabuhan umum yg menerima bongkar muat curah, dpt menekan kongesti & mengurangi kesemrawutan Tanjung Priok.
.
Kehadiran KCN ikut mengakselerasi kinerja Pelabuhan Marunda. Data tahun lalu, total kunjungan & volume barang yg ditangani Pelabuhan Marunda telah menembus 33 juta ton,& terdapat tidak kurang 300 call/bulan.
.
Kinerja itupun dgn catatan bahwa KCN baru mengoperasi­kan Pier I sepanjang 800 meter, dari total tiga dermaga (Pier I, II, III) yg akan beroperasi.
.
Dengan dasar hitungan kontribusi yg telah negara terima dari KCN pada 2016-2017, total potensi kontribusi KCN jika seluruh dermaga Pier I, II dan III beroperasi mencapai Rp200 miliar per tahun.

#kcn #kinerjakcn #pembangunanpelabuhanmarunda #pelabuhankcnmarunda #potensipendapatan #potensi #pendapatan #tanjungpriok #infrastruktur #ktu #kcnmarunda #ptkcn #ptktu

Related posts